kisah disetiap alinea

Cerita Persalinan Alinea Pertama

Setiap ibu mengingankan persalinan ideal sesuai ekspetasi yang diharapkan. Mulai dari kehamilan melakukan senam hamil, self hypnobirthing, naik turun tangga, ngepel jongkok dan berbagai upaya lainnya.

Tapi Sang Maha Pencipta-lah yang punya kuasa menentukan jalan terbaik untuk sang ibu beserta buah hati dan keluarganya. Yes, harus siap mental ketika dokter kandungan memberitahukan kondisi kandungan bla bla bla..dan operasi adalah jalan yang paling rasional.
40 minggu menanti lahirnya bayi cantik rasanya ingin segera mencium dan memandangi mata sucinya. Bismillah segala persiapan mulai dari tas bayi, tas ibu dan dompet khusus berisikan per-kartu-an seperti kartu identitas, kartu asuransi, kartu ATM, dan kartu kesehatan sudah siap meluncur ke rumah sakit.

Persiapan sebelum operasi cek laboratorium, transfusi darah agar HB stabil dan puasa. Gimana rasanya menuju ruang operasi? Ya deg deg an dan bayangannya akan menyeramkan. Sepanjang koridor menuju ruang OK pasrah sambil baca doa diiringi suami dan keluarga. Nangis gak? Yaa terharu akan berjuang sendiri karena suami tidak boleh mendampingi. *peraturan dan kebijakan setiap RS berbeda ada yang membolehkan dan ada yang melarang.

Terus rasanya gimana? Dingin sekaliii sampe kebelet nahan pipis. Untung dipasang kateter kan. Semua dokter dan bidan sudah lengkap mengenakan pakaian serba hijau. Selang oksigen pun telah terpasang. Katanya disuntik anastesi itu sakit banget? Tapi alhamdulillah rasanya gak sakit sama sekali, malah lebih sakit disuntik untuk infusan ditangan. Serius deh. Makanya jangan terlalu percaya katanya, karena tiap pengalaman beda. Setelah dibius setengah itu rasanya kesemutan. Dari ujung kaki hingga perut tidak terasa alias kebasss. Lalu dibedah perutnya, tepat pukul 17.00 masuk dan pukul 17.10 Alinea Ilustra Elfehyma lahir dengan tangisan bernada rendah menuju nada tinggi penuh sambutan. Dengan berat 3,6 kg dan panjang 50cm jenis kelamin perempuan berkulit putih dan bibir merah muda alhamdulillah selamat, sehat dan sempurna. Bertatap muka dan saling menyentuh setelah itu diadzankan.

Proses pemulihan dari ruang operasi ke ruang observasi sekitar 2 jam. Setelah itu baru dibolehkan ke ruang perawatan. Gimana rasanya? Ya hanya boleh berbaring dihari pertama. Sisa obat bius masih kerasa kebas dan kesemutan. Perutnya sakit gak? Enggak, karena diberikan biotec konon itu obat bius 2x24jam. Hari kedua, beuh belajar miring kanan dan kiri serta bangun en jalan. Gimana rasanya? Aduhai sungguh nikmat rasa sakitnya. Sampe nangis pas ada keluarga yang jenguk, ah lebay. Tapi serius sakit, katanya dampak perut kembung. Hari ketiga, lancar jaya jalan udah gak bongkok banget, cuma masih nyeri. Dalam proses pemulihan ini paksakan untuk melawan sakit dan nurut sama perawat. Karena demi kebaikan dan sangat berguna. Jika tidak, apa jadinya saat pulang ke rumah nanti gak bisa ngapain-ngapain. 

Besoknya setelah dicek dokter anak dan kandungan sudah boleh pulang. Perlu dibanggakan, peran suami disini luar biasa dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada istrinya dengan sangat sabar dan telaten. So, yang ikut berjuang gak cuma istri tapi ya berdua. Halo para calon ayah siapkan mental dan waktu penuh yaa hhi hhi..

Bagi para ibu yang tengah menantikan sang buah hati selamat berjuang ya. Rasa sakit akan terkalahkan ketika kita melihat bayi telah lahir :). Dan yang terpenting apapun proses persalinan yang akan dijalani yakinlah itu yang terbaik untuk keselamatan ibu dan bayi. Dan tidak mengurangi perjuangan seorang ibu. Karena perjuangan sesungguhnya ketika kita mampu merawatnya, menjaganya selalu sehat dan mencintainya dengan hebat. 

0 komentar:

Posting Komentar

© helo ismi, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena